[Artikel Sekolah] Pantau Kualitas Pendidikan Anak, SDN I Pungangan Bentuk Komite Kelas

Admin 31

Komite Kelas Wadah Pantau Kualitas Pendidikan Anak di Sekolah

Tanggung jawab kualitas dan mutu pendidikan di sekolah tidak lepas dari peran orang tua, sekolah dan masyarakat.  Tiga komponen tersebut merupakan dasar dalam pengembangan sekolah. Karena, pendidikan adalah proses berkelanjutan pada 3 unsur tersebut, dari keluarga, kemudian ke sekolah, kemudian terjun ke-masyarakat hingga ujung-ujungnya akan kembali lagi kepada keluarga.

Tak sedikit sekolah yang belum memahami akan pentingnya peran orang tua dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sehingga, kadang sekolah hanya membentuk komite sekolah sebagai wadah untuk mewakili masyarakat. Sementara kualitas dan mutu anak dalam mendapatkan pelajaran disekolah tidak terpantau ketika dirumah. Padahal, peran orang tua sangat menentukan untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan anak.

Melihat persoalan tersebut, dengan maksud untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah maka Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) I Pungangan Salamah,S.Pd,.M.Pd. menginisiasi pembentukan komite kelas. Alhasil, terbentuklah komite kelas SDN I Pungangan.

Komite kelas ini dibentukan dengan ditentukan ketua, sekretaris dan bendahara. Kemudian, dalam perkembangannya komite kelas akan menjadi wadah untuk memantau anak-anaknya ketika dirumah usai mendapatkan pelajaran disekolah. Sebab, perlu adanya kerjasama antara guru dan orang tua akan mendorong anak untuk perkembangan belajar anaknya.

Sinergi antara guru, orang tua dan anak ini akan meningkatkan tiga komponen dalam dunia pendidikan. Sehingga, kualitas dan mutu pendidikan akan tercapai sesuai dengan visi dan misi sekolah. Tiga hal yang akan tersinergikan diantaranya.

Pertama, potensi anak akan berkembang. Setiap anak memiliki potensi dan bakatnya masing-masing. Tidak bisa dipaksakan untuk menentukan potensinya. Sehingga peran orang tua untuk menggiring belajar anak berangkat dari multiple intelegense (kecerdasan majemuk).

Kedua, gaya belajar anak akan terasah. Setiap anak memiliki cara yang berbeda-beda dalam belajar. Sehingga dibutuhkan dorongan orang tua dalam mendampingi anaknya. Adanya komite kelas ini akan memiliki fungsi tukar pengalaman dalam mendorong gaya belajar anaknya.

Ketiga, menangkal pengaruh negatif, bagaimana peran orang tua mendampingi anak-anaknya dalam pergaulannya. Sebab, ketika tidak ada pantauan dari orang tua, anak akan mudah terjerumus kedalam pergaulan yang mengganggu belajar anak. Sehingga, ketika orang tua aktif dalam membimbing anaknya maka akan mudah tertanggkal dari hal-hal negative. Karena, pembentukan karakter yang 70%nya dibentuk dalam keluarga.

Untuk itu, tiga 3 point inilah yang harus disinergikan gerakannya, apa yang diterapkan di sekolah harus sejalan dengan dirumah begitu pula sebaliknya. Melalui Komite kelas inilah akan menjadi jembatan untuk meningkatkan dan mendorong tercapainya mutu dan kualitas pendidikan bagi anak sekolah.